Jumat, 11 Agustus 2017

Djarot: Penunggak Iuran Rusun yang Diusir Bukan Warga Relokasi

Djarot: Penunggak Iuran Rusun yang Diusir Bukan Warga Relokasi
Djarot: Penunggak Iuran Rusun yang Diusir Bukan Warga Relokasi
Pusat Berita Indonesia - Berita Hot - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, warga rumah susun (rusun) yang mampu namun menunggak iuran akan diusir oleh Pemprov DKI. Kebijakan tersebut tidak diterapkan bagi penghuni rusun korban gusuran.


"Kita akan kategorisasi, yang kita identifikasi itu penghuni lama yang bukan relokasi. Yang relokasi lain lagi. Yang prioritas yang bukan warga relokasi," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Saat ini, kata Djarot, ada sekitar 11.000 kepala keluarga yang mengantre untuk dapat menempati rusunawa milik Pemprov DKI. Sedangkan penunggak sewa berjumlah 9.000 kepala keluarga atau senilai Rp 32 miliar.

Djarot: Penunggak Iuran Rusun yang Diusir Bukan Warga Relokasi
Djarot: Penunggak Iuran Rusun yang Diusir Bukan Warga Relokasi
Baca juga Artikel Kontes SEO:
baca juga info:

Djarot menyebut bila benar ada warga tidak mampu membayar rusun, maka DKI akan membantu.

"Yang tidak mampu, betul kaum duafa kami bantu, lewat Bazis bisa juga lewat dana kami. Tapi bagi yang kasih kuat bekerja, memang sengaja tidak membayar memenuhi kewajiban kami persilakan untuk meninggalkan karena banyak yang antre," tandas Djarot.

sumber: liputan6

Berita Hot | Berita Indonesia | Berita Olahraga | Berita Politik | Berita Terkini | Berita Update

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.